KEPARIWISATAAN

WISATA KULINER

Ikan Bakar Cianjur

Top of Form

Bottom of Form

Jika Anda berkunjung ke KOTA SEMARANG, jangan lupa singgah di kawasan Kota Lama. Selain kaya akan sejarah, kawasan Kota Lama juga terdapat tempat makan yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Rumah makan tersebut bernama Ikan Bakar Cianjur. Selain bangunan tua yang eksotik, berusia lebih dari 200 tahun, Ikan Bakar Cianjur mempunyai resep masakan yang beragam dan enak.

Sesuai dengan namanya, resto ini menyediakan menu-menu ikan bakar. Ada beberapa pilihan menu ikan yang dapat Anda coba, misalnya Ikan Nila, Ikan Gurame, Ikan Lele, dll yang dimasak dan diolah dengan berbagai cara seperti Sup Ikan, dibakar, digoreng, , Asam manis, Tausi. Untuk tumisan pelengkap Anda bisa mencoba tumis kangkung, Baby Kailan, , Sayur Asem Kailan, Pucuk Daun Labu dan Karedok serta lalapannya.

Nasi yang tersedia ada 2 pilihan, yaitu Nasi Liwet dan Nasi Uduk. Nasi putih ini rasanya sangat gurih dan beraroma wangi karena diberi campuran Ikan Teri. Ikan yang dibakar pun tidak terlalu gosong, sehingga warna kulit Ikan yang telah matang tetap terjaga agar tidak hitam namun tetap renyah dan empuk.

Untuk cabang dari Ikan Bakar Cianjur dapat ditemui di daerah Kota Lama dekat dengan Gereja Blenduk. Harga yang ditawarkan per ekor Rp36.000. Pesmol Gurami dan Gurami Saus Tausi menjadi unggulan menu di Rumah Makan yang dekat dengan Gereja Blenduk ini.

Restoran ini terletak tepatnya di kawasan kota tua di Semarang, dimana terdapat bangunan- bangunan yang telah lama berdiri sejak ribuan tahun yang lalu.

Menikmati Sajian Asem Asem Koh Liem

Top of Form

Bottom of Form

Di Semarang ada sebuh warung makan yang kental citarasa Jawa, namun ada sentuhan kuliner Cina. Itulah Warung Makan Koh Liem. Si empunya warung bernama Piek Swie Liem, akrab dipanggil Koh Liem.

Warung langganan warga keturunan Tionghoa ini menyediakan lauk pauk gaya rumahan untuk menu sehari-hari. Ada bandeng sarden, kikil lombok ijo, dan cap jay. Nasi langgi, sayur bayam, lontong cap gomeh hingga gorengan juga ada. Gurihnya nasi langgi selalu bikin kangen. Lauknya ada kering kentang/tempe kentang, empal daging, telur bumbu terik dan telur dadar diiris tipis. Lengkap dengan sambal terasi serta lalapan timun kemangi.

Lontong cap gomeh dengan kuah opor ayam yang pekat makin istimewa denga tambahan telur pindang, sayur rebung, sambal goreng ati, empal gepuk, dan keripik kentang. Yang jadi andalan di sini adalah asem-asemnya. Yaitu daging sapi yang dipotong dadu dimasak berkuah kecoklatan bening dengan rasa asam manis yang menyegarkan. Rasa asem yang segar diperoleh dari blimbing wuluh yang dicampur ke dalam kuah, dengan perpaduan pedas dari cabai.

Selain itu masih banyak menu makanan lain yang patut dicoba seperti Kuah sosis, Cumi – cumi asam manis, Gimbal udang dan lain-lain. Penyajian depot seperti makanan fastfood jadi sehabis kita memesan makanan dan membayar, pesanan baru bisa dibawa untuk disantap.

Dekat dengan lokasi depot dapat juga dikunjungi Kue Leker Paimo di depan sekolah Loyola, yang berseberangan dengan Depot Koh Liem. Lokasi parkir agak sempit terutama bila bersamaan dengan jam pulang sekolah siswa SMA Loyola karenasangat padatnya dan semakin bertambahnya pengunjung di tempat ini.

Jika Anda berwisata ke Semarang, jangan lewatkan untuk benkunjung ke warung Koh Liem, salah satu primadona wisata kuliner Semarang

Wisata Rohaniah/Jamaah

Masjid Agung Jawa Tengah

Top of Form

Bottom of Form

Masjid Agung Jawa Tengah merupakan salah satu masjid termegah di Indonesia. Masjid dengan arsitektur indah ini mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2006. Kompleks masjid terdiri dari bangunan utama seluas 7.669 m2 dan halaman seluas 7.500 m2.  Masjid Agung Jawa Tengah terletak di jalan Gajah Raya, tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Masjid yang mampu menampung jamaah tak kurang dari 15.000 ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada tahun 2006. Upacara peresmian ditandai dengan penandatanganan batu prasasti setinggi 3,2 m dan berat 7,8 ton yang terletak di depan masjid. Prasasti terbuat dari batu alam yang berasal dari lereng Gunung Merapi.

Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung Jawa Tengah juga merupakan obyek wisata terpadu pendidikan, religi, pusat pendidikan, dan pusat aktivitas syiar Islam. Dengan berkunjung ke masjid ini, pengunjung dapat melihat keunikan arsitektur masjid yang merupakan perpaduan antara arsitektur Jawa, Roma dan Arab.

Arsitektur Jawa terlihat pada beberapa bagian, misalnya pada bagian dasar tiang masjid menggunakan motif batik seperti tumpal, untu walang, kawung, dan parang-parangan. Ciri arsitektur Timur Tengah (Arab) terliat pada dinding masjid dinding masjid yang berhiaskan kaligrafi. Selain itu, di halaman Masjid Agung Jawa Tengah terdapat 6 payung hidrolik raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis yang merupakan adopsi arsitektur bangunan Masjid Nabawi yang terdapat di Kota Madinah. Masjid ini juga sedikit dipengaruhi gaya arsitektur Roma. Gaya itu nampak pada desain interior dan lapisan warna yang melekat pada sudut-sudut bangunan.

Selain bangunan utama masjid yang luas dan indah, terdapat bangunan pendukung lainnya. Bangunan pendukung itu di antaranya: auditorium di sisi sayap kanan masjid yang dapat menampung kurang lebih 2.000 orang. Auditorium ini biasanya digunakan untuk acara pameran, pernikahan dan kegiatan-kegiatan lainnya. Sayap kiri masjid terdapat perpustakaan dan ruang perkantoran yang disewakan untuk umum. Halaman utama masjid yang terdapat 6 payung hidrolik juga dapat menampung jamaah sebanyak 10.000 orang.

Keistimewaan lain masjid ini berupa Menara Asmaul Husna (Al Husna Tower) dengan ketinggian 99 m. Menara yang dapat dilihat dari radius 5 km ini terletak di pojok barat daya masjid. Menara tersebut melambangkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dipuncak menara dilengkapi teropong pandang. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati udara yang segar sambil melihat indahnya Kota Semarang dan kapal-kapal yang sedang berlalu-lalang di pelabuhan Tanjung Emas.

Di masjid ini juga terdapat Al qur`an raksasa tulisan tangan karya H. Hayatuddin, seorang penulis kaligrafi dari Universitas Sains dan Ilmu Al-qur`an dari Wonosobo, Jawa Tengah. Tak hanya itu, ada juga replika beduk raksasa  yang dibuat oleh para santri Pesantren Alfalah Mangunsari, Jatilawang, Banyumas, Jawa Barat.

Di area Masjid Agung Jawa Tengah terdapat berbagai macam fasilitas seperti perpustakaan, auditorium, penginapan, ruang akad nikah, pemandu wisata, museum kebudayaan Islam, cafe muslim, kios-kios cenderamata, buah-buahan, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam sarana hiburan seperti air mancur, arena bermain anak-anak, dan kereta kelinci yang dapat mengantarkan pengunjung berputar mengelilingi kompleks masjid ini.

Untuk memasuki kawasan Masjid Agung Jawa Tengah, pengunjung tidak dipungut biaya. Namun, jika pengunjung ingin memasuki area tertentu seperti Menara Asmaul Husna, pengunjung diwajibkan membayar Rp 3.000 per orang untuk jam kunjungan antara pukul 08.00—17.30 WIB. Dan apabila pengunjung datang pada jam 17.30—21.00 WIB tarif tersebut meningkat menjadi Rp 4.000 per orang. Bagi pengunjung yang ingin menggunakan teropong yang terdapat di Menara Asmaul Husna itu, maka pengunjung harus mengeluarkan ongkos tambahan sebesar Rp 500,- per menit.

Pada saat liburan, masjid banyak di kunjungi wisatawan yang berasal dari berbagai daerah. Bahkan beberapa turis manca negara, khususnya muslim banyak yang melunagkan waktu berkunjung ke masjid ini untuk beribadah sekaligus berwisata.  Di sekeliling masjid agung ini juga terdapat satu wahana sejenis kereta mini penumpang untuk sarana pengunjung ketika hendak berkeliling sekitar masjid agung tersebut.

Gereja Katedral

Top of Form

Bottom of Form

Komplek Katedral terletak di kawasan Tugumuda, tepatnya di Jalan Sutomo. Komplek terdiri dari Katedral, gedung pertemuan dan sekolah. Bangunan Katedral berupa setangkup dengan facade tunggal yang berorientasi ke Barat. Bangunan ini dirancang oleh J.Th.Van Oyen, bekerjasama dengan konstruktor Kleiverde.

Denah bangunan berbentuk segi empat yang memiliki tiga pintu masuk disisi Utara, Selatan dan Barat. Seperti pada umunya Gereja Katolik yang dibangun sebelum Konsili Vatikan II, letak tempat duduk umat memanjang ke belakang. Pondasi dari batu, dengan sistem struktur dinding memikul dan ruangan yang besar bebas kolom. Sebagian dinding dilapisi batu alam. Konstruksi atap berbentuk limasan mejemuk, yang ditutup dengan genteng.

Pada puncak limasan terdapat menara yang dilapisi dengan pelat logam. Terdapat penebalan pada dinding dan membentuk parapet. Teritisan cukup lebar. Serambi terdapat pada bagian setiap entrance. Serambi ini dinaungi oleh atap yang menyatu dengan bangunan utama, dan tidak didukung oleh kolom ataupun konsol. Entrance memiliki pintu berdaun ganda dengan panel berupa kayu yang tebal. Penerangan dapat masuk ke bangunan secara langsung.

Sebelum di bangun Gereja, area tersebut digunakan sebagai kantor Dinas Kesehatan Belanda (Dienst voor Volks Gezeondheid). Pada tahun 1926 area tersebut dibeli oleh pengurus Gereja untuk digunakan sebagai lokasi Gereja stasi ketiga. Stasi ini kemudian diangkat sebagai tempat kedudukan uskup.

Tahun 1937 diadakan pemugaran dan perluasan Katedral, seperti tertulis pada Surat Uskup Batavia tanggal 20 Desember 1937 kepada Pater P.C. yang menjabat sementara sebagai Kerk-en Armbestuur. Pada tanggal 9 Agustus 1940 Jawa Tengah  diresmikan sebagai vikarist  apostolik dibawah pimpinan Mgr.A.Soegijopranoto,S.J. selaku uskup agung pertama di Indonesia. Gereja St.Perawan Maria Ratu Rosario Suci diangkat sebagai Katedral.

Untuk mencapai Gereja katedral cukup mudah. Bila Anda kurang mengenal Kota Semarang, Anda dapat menggunakan angkutan kota yang melewati kawasan Tugu Muda. Gereja ini terletak di sebelah Selatan kawasan Tugu Muda.

Vihara Buddhagaya Watugong

Top of Form

Bottom of Form

Vihara Buddhagaya Watugong adalah sebuah Vihara yang diresmikan pada 2006 lalu dan dinyatakan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Vihara Buddhagaya Watugong terletak 45 menit dari pusat Kota Semarang. Vihara ini memiliki banyak bangunan dan berada di area yang luas.

Salah satu ikon yang paling terkenal di vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna), dimana didalamnya terdapat Buddha Rupang yang besar. Pagoda Avalokitesvara yang memiliki tinggi bangunan setinggi 45 meter dengan 7 tingkat, yang bermakna bahwa seorang pertapa akan mencapai kesucian dalam tingkat ketujuh.

Bagian dalam pagoda berbentuk segi delapan dengan ukuran 15 x 15 meter. Mulai tingkat kedua hingga keenam dipasang patung Dewi Kwan Im (Dewi Welas Asih) yang menghadap empat penjuru angin. Hal ini bertujuan agar sang dewi memancarkan kasih sayangnya ke segala arah mata angin.

Pada tingkat ketujuh terdapat patung Amitaba, yakni guru besar para dewa dan manusia. Dibagian puncak pagoda terdapat Stupa untuk menyimpan relik (butir-butir mutiara) yang keluar dari Sang Buddha. Bagian depan pagoda juga terdapat patung Dewi Welas Asih serta Sang Buddha yang duduk dibawah pohon Bodi.

Di Komplek Vihara juga terdapat cotage untuk para tamu menginap. Tepat di depan cotage terdapat Bangunan Dhammasala. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, lantai dasar digunakan untuk ruang aula serbaguna yang luas dengan sebuah panggung didepannya sedangkan lantai atas untuk ruang Dhammasala.

Pada bagian tembok pagar disekiling dhammasala terdapat relief yang menceritakan tentang paticasamupada. Dengan melihat relief ini kita akan lebih mudah memahami konsep paticasamupada

Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan. Vihara ini terletak tepat diseberang markas koramil kabupaten Ungaran, Semarang Tengah.

WISATA REKREASI DAN PENGETAHUAN

Berwisata ke Goa Kreo

Top of Form

Bottom of Form

Goa Kreo adalah sebuah tempat wisata yang ada di Semarang. Kawasan Wisata Goa Kreo  merupakan areal hutan seluas ± 5 hektar yang terletak di daerah perbukitan (Gunung Krincing ) dan lembah Sungai Kreo, tepatnya di Dukuh Talun Kacang Kelurahan Kandri Kecamatan Mijen.  Jarak lokasi sekitar ± 13 km dari bundaran Tugu Muda ke arah selatan.

Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut.

Kata “Kreo” berasal dari kata “Mangreho” yang berarti peliharalah atau jagalah. Obyek wisata Goa Kreo setiap hari mulai jam 6.00-18.00. Disekitar Goa Kreo terdapat hamparan sawah yang luas, tebing-tebing curam penuh pepohonan dan sungai jernih berbatu.

Ada dua hal yag menjadi daya tarik kawasan wisata ini. Pertama, goa yang menjadi sarang puluhan kera liar. i sini kita bisa menemukan puluhan kera yang berkeliaran secara bebas. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat kera-kera liar namun jinak. Kedua, di kawasan ini juga terdapat air terjun kecil yang jernih. Pengunjung bisa bermain-main dan menikmati udara sejuk secara bebas. Sebuah pemandangan yang sulit di temui di kota besar.

Untuk mencapai mulut Goa, pengunjung harus melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Disebelah Utara Goa Kreo terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang. Disamping memiliki pemandangan yang indah Goa Kreo juga dilengkapi sarana-sarana lain seperti : tempat bermain anak seperti ayunan, papan luncur dll.

Sidomukti, Wahana Wisata Pacu Adrenalin

Top of Form

Bottom of Form

Keelokan alam membuat terpaku begitu kaki turun dari mobil dipelataran lokawisata Girigahana Sidomukti. Hamparan sawah berundak, sungai kecil, air terjun, dan hutan pinus, begitu memesona. Jauh di seberang sana terlihat Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan Bukit Kembar Cimanggal. Sebuah harmoni alam nan menawan.

Suasana alam di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang membuat pengunjung betah berlama-kama di sana. Apalagi air di kolam renang alam Umbul Sidomukti tergolong unik. Lokasinya berada di lereng Gunung Ungaran, persis di tepi jurang dan lembah. Air umbul yang mengalir deras menjadi sumber air utama untuk taman renang alami Umbul Sidomukti. Limpahan air tersebut meluber ke kolam di bawahnya dan mengairi kebun dan sawah-sawah.

Objek wisata Umbul Sidomukti yang dibuka 2 Agustus 2007 dibangun dengan desain kolam tradisional, bergaya minimalis. Dinding kolam disusun dari tumpukan batu alam. Di tamannya banyak tempat duduk berundak model panggung terbuka sehingga pandangan bebas ke segala penjuru. Dengan lokasi pada ketinggian 1031 dpl, Umbul Sidomukti di sebut-sebut sebagai kolam renang alami tertinggi di Indonesia

Wisata Umbul Sidomukti tidak hanya menawarkan keelokan alam, dan kesegaran udara, tapi juga menantang pengunjung untuk menguji nyali. Wahana Flying fox sepanjang kurang lebih 100 meter melintasi jurang yag cukup dalam. Dengan kedalaman lembah lebih dari 70 meter akan memacu adrenalin siapun yang melintasinya.

Selain itu juga tersedia Marine Bridge (jembatan tali) sepanjang 60 meter dengan jurang dibawahnya dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Jika masih belum puas, masih ada tantangan lain yaitu menaklukkan dinding bukit setinggi 25 meter dan memacu kendaraan ATV menyusuri jalan tanah yang ada di sekitar jurang. Wow, sebuah pengalaman sensasional, mendebarkan, dan mengasyikkan

Untuk anak-anak tersedia wahana yang melatih keberanian dan sportivitas. Untuk mereka, ada flying fox anak sepanjang 15 meter. Fasilitas lainnya yaitu camping ground dimana pengunjung dapat menikmati malam di alam bebas. Pada tengah malam sunyi, gemeretak kayu api unggun menjadi musik tersendiri yang indah dan hangat, untuk mengusir udara dingin.

Keajaiban alam masih tersisa di lereng Gunung Ungaran. Jalur aliran air sungai yang jernih pada cekungannya menawarkan sensasi tersendiri. Biasanya, pengunjung secara rombongan menyusuri sungai kecil di lokawisata alam tersebut.

Umbul Sidomukti selain menawarkan panorama juga jalur trekking ke puncak Gunung Ungaran, Gua Jepang, dan Kebun Teh Medini. Yang pasti, Sidomukti yang telah menjadi paket agenda One Day Tour merupakan magnet baru wisata alami di Semarang.

Untuk mencapai lokasi wisata cukup mudah, dibutuhkan waktu 40-60 menit dari pusat kota Semarang (Simpang Lima). Dari kota Semarang, pacu kendaraan menuju Bandungan. Sesampainya di Pasar Jimbaran, Bandungan, arahkan kendaraan berbelok ke arah kanan, dan naik sekitar 4 kilometer. Di sepanjang jalan dari Pasar Jimbaran hingga gerbang lokasi wisata  ada banyak penunjuk arah agar pegunjung tidak tersesat.

Sebelum mengunjungi Umbul Sidomukti, pastikan kendaraan dalam keadaan prima. Periksa tekanan ban, rem, dan lampu berfungsi dengan baik. Jalan menuju lokasi penuh dengan tanjakan yang cukup curam, banyak lubang dan jalan relatif sempit. Selain itu kabut tebal cukup sering terjadi pada saat musim penghujan dan mengakibatkan jarak pandang terbatas. Jangan lupa membawa jaket, payung dan jas hujan untuk berjaga-jaga seandainya cuaca tiba-tiba memburuk.

~ oleh adlanpribadi pada November 29, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: